makalah pengaruh service exellent

June 18, 2008

“PENGARUH SERVICE EXCELLENT TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PERBANKAN SYARIAH (Studi Pada nasabah Bank Muamalat)”

1. Latar Belakang

a) Latar Belakang Masalah

Bank, lembaga yang berfungsi sebagai intermediasi, merupakan sebuah lokomotif yang akan menarik dan mendorong tumbuhnya laju perekonomian di Indonesia. Namun, saat ini lokomotif tersebut justru harus didorong agar bisa melaju dengan energi yang lebih besar.

Sebagai salah satu pilar penting perekonomian, kesehatan bank mutlak diperlukan. Dalam sistem ekonomi konvensional, keberadaan bank sangat berpengaruh terhadap laju dunia usaha. Apabila bank macet, maka dunia usaha akan terhenti. Itu berarti ancaman besar bagi sistem perekonomian. Dan hal ini tidak akan terjadi ketika bank-bank yang ada stabil dan sehat.

Dalam sistem ekonomi konvensional, Marshal seorang ahli ekonomi klasik berpandapat bahwa suku bunga dan tabungan saling berkaitan. Oleh karena suku bunga adalah salah satu faktor terpenting yang mengatur volume tabungan makin tinggi suku bunga, makin besar pula imbalan menabung, dengan demikian makin tinggi pula kecenderungan untuk menabung dan sebaliknya.[1]

Akan tetapi, pendapat Marshal tersebut di bantah oleh ahli ekonomi kapitalis terkenal di dunia, yaitu Lord Keynes yang mengatakan bahwa sebenarnya volume dia masih ragu terhadap kemanjuran suku bunga dalam mempengaruhi volume tabungan, dengan tegas dia mengemukakan bahwa sebenarnya volume tabungan tergantung pda volume investasi yang di lakukan oleh masyarakat bisnis. Suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi volume investasi dari masyarakat bisnis. Sebagai akibatnya timbullah pengaruh buruk terhadap perdagangan, perniagaan, dan industri secara keseluruhan. Karena pukulan langsung dari sistem ekonomi ini, keseluruhan pendapatan uang akan menyusut. Tetapi kita dapat menyadari bahwa tabungan tergantung pada tingkat pendapatan uang rakyat. Bila pendapatan percapita menyusut, secara otomatis volume tabungan pun berkurang.[2]

Masih segar dalam ingatan dimana pada tahun 1998 begitu banyak bank konvensional yang collaps dan itu bukan hanya diakibatkan perekonomian (moneter) semata, akan tetapi sistem bunga lah yang membuat dunia perbankan semakin terpuruk dan tidak pernah stabil.

Islam sebagai sebuah sistem kehidupan yang sempurna sudah memberikan solusi dengan adanya sistem yang disebut Ekonomi Islam. Salah satu perangkatnya yaitu Perbankan Syariah yang bebas dari perangkat bunga ribawi.

Perbankan Syariah di Indonesia tumbuh secara mengesankan dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Harus diakui, kehadiran UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan, yang memungkinkan terjadinya dual banking system, turut memberi kontribusi besar dalam napak tilas perbankan syariah hingga saat.

Jumlah dana pihak ketiga yang terus meningkat, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap perbankan syariah. Hal ini, di kuatkan dengan adanya penambahan jaringan kantor cabang. Selain itu penerbitan izin baru bagi kegiatan konversi status dari bank konvensional menjadi bank syariah menjadi indikator kuatnya pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Selama tahun 2007 jumlah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah mengalami peningkatan sebanyak 6 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 11 BPRS, sehingga pada akhir 2007 terdapat 3 Bank Umum Syariah (BUS), 26 UUS dan 114 BPRS. Sejalan dengan hal tersebut, jaringan kantor bank syariah, termasuk layanan syariah juga menunjukkan peningkatan menjadi 711 kantor dan 1.195 layanan syariah. Sementara di tahun 2008 ini, akan ada sekitar 10 Bank yang akan mengkonversi Unit Usaha Syariah menjadi Bank Umum Syariah, antara lain BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bukopin Syariah..[3]

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa, dan juga karena persaingan yang kompetitif, pelayanan menjadi hal penting yang harus di perhatikan dalam menjalankan roda perputaran bank syariah. Dalam perkembangan saat ini, muncul teori ataupun pandangan baru yang bernama service excellent. Sebuah kesempurnaan dalam pelayanan yang menjadi salah satu nilai jual pada industri perbankan. lantas timbul pertanyaan di benak kita, apakah sebuah kesempurnaan dalam pelayanan menjadi hal utama yang menyebabkan masyarakat berbondong-bondong menyimpan dananya pada perbankan syariah? Sekuat apakah service excellent mempengaruhi masyarakat sehingga mereka menjadi sangat loyal kepada bank syariah?

b) Kegunaan Penelitian

dari penjelasan di atas, penulis ingin mennguraikan apakah sebuah kesempurnaan dalam pelayanan menjadi hal utama yang menyebabkan masyarakat berbondong-bondong menyimpan dananya pada perbankan syariah dan juga Sekuat apakah service excellent mempengaruhi masyarakat sehingga mereka menjadi sangat loyal kepada bank syariah?

Dari penjelasan tersebut, Hasil penelitian diatas mempunyai manfaat terutama untuk :

1. Bagi Peneliti bermanfaat untuk menambah wawasan tentang pengaruh service excellent terhadap loyalitas nasabah pada bank syariah.

2. Bagi pihak yang berkepentingan dalam hal ini bank, bisa menjadi referensi untuk mengetahui pelayanan seperti apa yang seharusnya mereka berikan kepada nasabah agar loyalitas mereka tinggi.

3. Bagi regulator dapat bermanfaat untuk membakukan peraturan-peraturan mengenai service excellent yang nantinya akan berdampak pada pengembangan bank syariah itu sendiri.

2. Pembatasan dan Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas bahwa faktor kuat adanya loyalitas, kepuasan nasabah dalam suatu bank salah satu penyebabnya yakni faktor adanya pelayanan yang prima, mengutamakan kepuasan pelanggan, manajerial dari bank itu sendiri. Dalam kontek kajian ini, kajian dibatasi pada aspek pengaruh service excellent saja, tidak membandingkannya dengan hal lain yang menjadi nilai jual bank syariah seperti produk-produk yang dikeluarkan bank syariah seperti mudharabah, musyarakah, ijarah, dsb.

Dengan demikian Pokok permasalahannya: ”Bagaimana Pengaruh service excellent terhadap loyalitas nasabah terhadap bank syariah”. Dari pokok permasalahan tersebut berkembang menjadi beberapa pertanyaan yakni:

1. Apakah service excellent mempunyai pengaruh yang kuat terhadap loyalitas nasabah bank syariah?

2. Bagaimana bentuk loyalitas nasabah terhadap service excellent yang diberikan oleh bank syariah?

3. Kerangka pikir/Kerangka Teori

Konteks kajian ini, akan mendeskripsikan dan menganalisi tentang pengaruh service excellent dalam bank syariah terhadap loyalitas masyarakat sebagai nasabahnya. Tentang adanya loyalitas masyarakat terhadap bank syariah terdapat banyak faktor yang menyebabkan muncul dan tumbuhnya sikap loyalitas kepada bank itu sendiri. Bukan hanya disebabkan oleh faktor eksternal juga faktor internal yang mempengaruhinya. Untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh service excellent terhadapa loyalitas nasabah, bank syariah menggunakan teori pengaruh yang relevan

1. Pengaruh

Pengaruh adalah perbedaan antara yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh tersebut bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavior). Pada tingkat pengetahuan pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan persepsi dan perubahan pendapat terhadap sesuatu obyek karena adanya informasi baru. Perubahan sikap adalah perubaan internal pada diri seseorang yang diorganisir dalam bentuk prinsip sebagai hasil evaluasi terhadap suatu objek, baik yang terdapat didalam dirinya maupun diluar dirinya. Adapun yang dimaksud perubahan perilaku adalah perubahan yang terjadi dalam bentuk tindakan.[4]

2. Service Excellent

Service excellent adalah dua kata berasal dari bahasa inggeris service dan excellent. Service artinya jasa, pelayanan, tugas[5] dan excelent artinya unggul, ulung, baik sekali, [6] dengan demikian dalam perspektif ini pelayanan yang sempurna merupakan salah satu nilai jual yang penting bagi sebuah industri jasa. Sebuah pelayanan dikatakan sempurna apabila dampak yang terjadi pada nasabah adalah loyalitas yang sangat tinggi. Sehingga dalam kasus perbankan syariah, nasabah tidak akan ragu-ragu lagi untuk menyimpan dananya di bank syariah. Bahkan, nasabah akan dengan sendirinya memasarkan bank syariah dengan sukarela dikarenakan sudah sangat nyaman dan di untungkan dengan adanya pelayanan yang sempurna tersebut.

Adapun indikator service excellent bisa dikatakan sebagai berikut :[7]

a. Tangibles yaitu pelayanan dalam hal fisik, perlengkapan dan penampilan pegawai

b. Empathy yaitu Perusahaan/pegawai sangat perhatian kepadapelanggan dan memahami kebutuhan nasabah(termasuk ego dan aktualisasi)

c. Reliabilty yaitu layanan konsisten sesuai janji dan dapat diandalkan kualitasnya

d. Assurance yaitu kemampuan perusahaan dan frontliners dalam menanamkan rasa percaya dan keyakinan pada nasabah (keramahan, kompetensi, kredibilitas dan kenyamanan)

e. Responsivenes yaitu kecepatan untuk memberikan layanan terbaik berdasarkan persepsi

3. Loyalitas Nasabah

Nasabah dikatakan loyal ketika di benar-benar mempercayakan seluruh transaksi keuangannya pada bank tertentu. Nasabah yang loyal tidak akan mudah mengalihkan dananya ke bank lain, karena masalah trust disini berkaitan dengan masalah kenyamanan dalam bertransaksi.

Salah satu yang menjadi poin penting dari loyalitas nasabah adalah kepuasan. Ketika nasabah puas, maka ia tidak akan segan melakukan marketing untuk mengajak orang lain turut serta menjadi nasabah bank tersebut. Oleh karena itu, hal-hal yang mempengaruhi loyalitas nasabah harus benar-benar diperhatikan agar loyalitas tetap terjaga.

4. Metode dan Proses Penelitian

1. Jenis penelitian

Penelitian ini di dasarkan pada penelitian studi kasus dengan menggunakan wawancara, pedoman wawancara yang di pakai mengunakan jenis wawancara semi-terbuka yakni menyusun daftar pertanyaan yang ditentukan jawabannya dan responden juga menjawab secara bebas. penulis mewawancarai nasabah Bank Muamalat yang ada di ciputat. Alasan penulis mewawancarai nasabah Bank Muamalat tersebut, karena yang pertama adalah letak Bank Muamalat yang berdekatan dengan tempat domisili dan kampus penulis sehingga lebih efisiensi waktu dan tenaga, alasan kedua karena Banyaknya teman dan sahabat yang menjadi nasabah Bank Muamalat sehingga memudahkan penulis untuk mewawancari nasabah Bank Muamalat

2. Sumber Data

Data diperoleh melalui wawancara langsung untuk mendapatkan informasi mengenai sistem operasional pelayanan yang diberikan oleh bank tersebut.

Wawancara ditujukan kepada Nasabah dari Bank Muamalat tesebut di atas. Wawancara mengunakan jenis wawancara semi-terbuka yakni menyusun daftar pertanyaan yang ditentukan jawabannya dan responden juga menjawab secara bebas. Pertanyaan-pertanyaan mengenai aspek

a. Service excellent Bank Syariah

b. Pengaruh Service excellent Bank Syariah terhadap Nasabah dan masyarakat

c. Kepuasan.loyalitas nasabah Bank Syariah

Kelebihan dari data yang penulis sampaikan adalah penulis mendapatkan data tersebut dari nasabah bank muamalat yang notebennya teman dalam pergaulan jadi jawaban-jawaban yang di berikan oleh responden sepenuhnya adalah jawaban yang jujur dan tidak ada tendensi yang mendasarinya.

Sedangkan kekurangan yang ada dari data penulis adalah data ini kurang memenuhi kriteria untuk pengambilan kesimpulan generalisasi karena selain dari jumlah sampel yang relatif sedikit dan juga terbatas hanya pada nasabah bank muamalat , sehingga data ini tidak dapat mengeneralisasi tentang loyalitas nasabah bank syariah karena pelayanan yang memuaskan dari bank syariah, di samping itu umumnya nasabah bank muamalat adalah nasabah yang loyal terhadap bank muamlat dikarena pengetahuan mereka terhadap bank syariah.

4. Penyajian dan Analisis Data

a. Deskripsi dan Hasil Wawancara

Penulis mewawancarai dua orang responden yang mempunyai Ciri/karakter sosial sebagai berikut :

1. Usia : 23 dan 24 tahun

2. Latar belakang pendidikan : Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dan STIE SEBI

3. Agama : Islam

4. Suku : Jawa dan Batak

5. Pekerjaan : Mahasiswa

6. Status sosial : Golongan menengah

Hasil wawancara di dapatkan dengan cara menggunakan alat perekam (walkman). Jawaban responden didengarkan apa adanya, lalu ditranskip atau di narasikan kembali ke dalam bentuk tulisan dengan sedikit menambah dan mengurangi kata-kata seperlunya tanpa mengubah makna dan maksud dari responden. Dengan kata lain, hasil wawancara ditulis dengan cara verbatim. Hasil wawancara yang saya dapatkan ini telah memberikan jawaban yang sangat memuaskan terhadap permasalahan yang telah saya rumuskan pada tema ini. Dalam proses pelaksanaan wawancara ini saya tidak menemukan banyak kendala, melainkan kemudahan yang saya dapatkan. Karena saya cukup sering bertemu dan berdiskusi atau tukar pikiran dengan responden.

b. Pedoman Wawancara.

1. Semenjak kapan anda menjadi nasabah di Bank Muamalat ?

2. Faktor apakah yang mendorong anda menjadi nasabah di Bank Muamalat?

3. Berapa kali dalam sebulan anda menabung?

4. Kenapa anda lebih percaya menaruh uang anda di Bank Muamalat dari pada Bank Syariah yang lain ataupun Bank Konvensional?

5. Bagaimana Pendapat anda terhadap pelayanan para staff Bank Muamalat?

6. Apakah anda pernah merekomendasikan kepada teman agar menjadi nasabah di Bank Muamalat?

7. Apakah manfaat yang anda dapatkan selama menabung di Bank Muamalat?

8. Apa saran yang akan anda berikan kepada Bank Muamalat?

9. Apakah ada keinginan anda untuk pindah menjadi nasabah bank syariah lain?

  1. Hasil Wawancara.

Untuk lebih mengefisienkan jawaban responden, soal tersebut dibuat menjadi dua jawaban, dengan inisial A dan B.

1. Semenjak kapan anda menjadi nasabah di Bank Muamalat?

A : Saya menjadi Nasabah di Bank Muamalat, ketika mulai menginjakkan kaki di jakarta, demi kemudahan orang tua dalam pengiriman biaya hidup saya di jakarta.

B : Saya menjadi nasabah di Bank Muamalat, saat menjadi Mahasiswa di STEI SEBI, sekitar tahun 2004.

2. Faktor apakah yang mendorong anda menjadi nasabah di Bank Muamalat?

A : Alasan saya sebetulnya mendasar, yang pertama karena Bank Muamalat adalah bank syariah pertama di indonesia di samping itu satu-satunya bank syariah yang tidak membuka cabang konvensional, yang kedua kemudahan menabung dengan SyarE yang bisa di lakukan di kantor pos dimana orang tua saya tinggal.

B : kalau boleh jujur, sebetulnya alasan saya menjadi nasabah di Bank Muamalat karena KTM di mana kampus saya kuliah memakai KTM dari kartu ATM Bank Muamalat, jadi sekalian di lanjut saja menjadi nasabah di Bank Muamalat dari pada saya harus buka rekening baru lagi.

3. Berapa kali dalam sebulan anda menabung?

A : kalau saya bisa di bilang tidak pernah menabung karena uang yang ada di tabungan adalah hasil tranfer dari orang tua, bahkan bukannya menabung malah saya mengambil uang tersebut.

B : sekitar satu sampai dua kali dalam sebulan, tergantung keuangan.

4. Kenapa anda lebih percaya menaruh uang anda di Bank Muamalat dari pada Bank Syariah yang lain ataupun Bank Konvensional?

A : Yang pertama karena saya mahasiswa perbankan syariah, jadi lumayan sedikit tahu mengenai perbankan syariah dan kenapa alasan saya memilih menabung di Bank Muamalat seperti yang sudah saya paparkan diatas

B : Mungkin awalnya ada faktor karena mengikuti sistem kampus dan tidak ingin mempersulit diri dengan membuka tabungan baru di bank lain, tapi lama- kelamaan saya jadi menyadari akan manfaat menabung di Bank Muamalat ini.

5. Bagaimana Pendapat anda terhadap pelayanan para staff Bank Muamalat?

A : menurut saya, pelayanan dari Staff Bank Muamalat lumayan bagus, di balut dengan Baju muslim dan muslimahnya, para karyawan selalu senyum kepada setiap yang datang. walaupun ada sedikit antrian, tapi bagi saya itu lumrah dalam sebuah bank.

B : pelayanan dari pihak Bank Muamalat bagus, mungkin karena Bank Muamalat sebuah usaha dalam bidang jasa, jadi pelayanan harus tetap di utamakan, biar nasabah merasakan kepuasan.

6. Apakah anda pernah merekomendasikan kepada teman agar menjadi nasabah di Bank Muamalat?

A : Pernah, saat itu saya lakukan karena ada teman yang bertanya kebetulan tempat tingal keluarganya sedikit masuk, sama seperti tempat tinggal keluarga saya. (sambil tertawa)

B : Pernah, karena saya juga merasa di untungkan ketika menabung disini.

7. Apakah manfaat yang anda dapatkan selama menabung di Bank Muamalat?

A : Banyak manfaaat yang saya dapatkan, seperti kemudahan bagi keluarga dalam mentrasnfer, kemudahan dalam menarik uang di ATM BCA tanpa harus bayar biaya lagi, dsb.

B : Manfaatnya pelayanan Bank Muamalat yang dapat di lakukan hampir di seluruh kantor pos di indonesia, kemudahan-kemudahan yang di berikan, pelayanannya yang cukup memuaskan dan juga minimnya biaya administrasi di Bank Muamalat.

8. Apa saran yang akan anda berikan kepada Bank Muamalat?

A : untuk lebih mempercanggih lagi, fasilitas-fasilitas yang ada di Bank Muamalat, agar supaya lebih efisien dan menghemat waktu dalam aplikasinya.

B : mungkin saya akan mengomentari Bank Muamalat di tempat saya menabung saja, walaupun pelayanan yang diberikan sudah bagus, akan tetapi tempat yang di gunakan transaksi terlalu sempit sehingga mengurangi kenyamanan bagi para nasabah.

9. Apakah ada keinginan anda untuk pindah menjadi nasabah bank syariah lain?

A : Tidak ada keinginan.

B : Malas kalau harus pindah ke Bank Syariah lain, disamping itu saya juga puas terhadap Bank Muamalat dan juga pelayanannya.

Berdasarkan dari hasil wawancara diatas, penulis dapat merumuskan bahwa pelayanan yang prima atau Service excellent menjadi salah satu faktor loyalitas nasabah terhadap bank syariah di samping beberapa faktor lain yang mempengaruhi loyalitas nasabah


[1] Prof. M Abdul Mannan, MA., Ph.D., Teori Dan Praktek Ekonomi Islam, Dana Bhakti Wakaf, hal.166

[2] ibid, hal. 167

[3] Harian Republika, 11-03-’08, hal. 13

[4] Prof.Dr.Veithzal Rivai, M.B.A, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan,dari teori ke praktek,(Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,2004) h.158.

[5] .John M Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, PT. Gramedia Jakarta, hal. 515

[6] Ibid, hal. 222

[7] Prof.Dr.Veithzal Rivai, M.B.A, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan,dari teori ke praktek,(Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,2004) h.159

manfaat si bagi bank syariah

June 18, 2008

Manfaat SI Bagi Bank Syariah

Sekarang sudah terjadi pergeseran era dalam bisnis. Era bisnis sekarang adalah era dimana arus informasi memegang peranan sangat vital dibandingkan arus barang.

Sehebat dan sebesar apapun seorang pebisnis memonopoli arus barang, hal tersebut tidak berarti apa-apa jika dia tidak memiliki informasi yang akurat, terkini, mudah diakses dan terkendali dalam menguasai distribusinya.

Oleh sebab itu maka salah satu aset perusahaan bisnis modern yang sangat berharga adalah sistem informasi yang memiliki tingkat respon tinggi serta fokus kepada para penggunanya dari segala aspek.

Sistem informasi yang dibangun dengan baik dan benar antara lain dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi stok material produksi, menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat (nilai tambah), meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan, mengkoordinasikan setiap bagian dalam perusahaan serta meningkatkan kualitas kebijakan manajemen.

Sedangkan secara umum manfaat-manfaat tersebut dapat dikategorikan sebagai manfaat berwujud (tangible benefit) dan manfaat tak berwujud (intangible benefit).

Manfaat Berwujud (tangible benefit)

Sebuah sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik akan memberikan manfaat berwujud yang secara faktual dapat dilihat pergerakannya melalui pendapatan yang diraih serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Indikator dari keberhasilan/manfaat yang berdampak pada peningkatan pendapatan adalah meningkatnya penjualan dalam pasar yang sudah ada serta perluasan ke pasar yang baru.

Sistem informasi yang baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen.

Sehingga dengan dukungan sistem informasi yang baik maka dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya, mutakhir dan mudah diakses mengenai kondisi penjualan perusahaan.

Dengan adanya laporan yang tersaji dengan cepat dan setiap saat dapat diakses tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan presisi terhadap dinamika pasar yang ada.

Sedangkan dari sisi pengurangan biaya dapat dilakukan analisis faktual atas pengurangan jumlah sumber daya manusia yang dilibatkan dalam bisnis, pengurangan biaya operasional seperti pasokan maupun overhead, pengurangan barang/material dalam stok gudang, pengurangan biaya pemeliharaan dan penyediaan perlengkapan yang tidak terlalu mahal.

Contoh dari pengurangan jumlah sumber daya manusia adalah dalam proses pencatatan transaksi keuangan. Jika sebelumnya proses di akunting harus dikelola minimalnya oleh lima orang maka dengan implementasi SIA (sistem informasi akuntansi) yang baik cukup dikerjakan oleh satu orang saja.

Hal ini disebabkan dengan SIA yang terintegrasi maka setiap proses pembukuan dapat diproses langsung dari masing-masing bagian terkait tanpa harus melalui proses pengisian ulang data.

Selain itu secara otomatis dengan penerapan SIA maka laporan-laporan keuangan dapat disajikan berdasarkan data-data transaksi tersebut tanpa re-entry.

Masalah penumpukan pasokan material produksi yang selama ini sering menjadi beban aktiva perusahaan dengan penerapan modul SCM (supply chain management) dalam sistem informasi yang dikembangkan sangat membantu memecahkan masalah tersebut.

Dengan dukungan SCM yang baik maka penumpukan stok material produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Dimana perusahaan cukup memesan kepada para pemasok hanya pada saat mencapai batas minimum persediaan.

Harga yang didapat pun bisa sangat kompetitif karena diperoleh dari beberapa pemasok sehingga tentunya hal ini sangat menguntungkan perusahaan.

Penekanan pada jumlah tenaga kerja tentunya berdampak pada turunnya jumlah investasi perlengkapan yang harus diinvestasikan yang berdampak pula pada turunnya biaya pemeliharaan.

Manfaat Tak Berwujud (intangible benefit)

Seringkali manfaat tak berwujud inilah yang menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan.

Karena bersifat tak berwujud, aspek-aspek berikut seringkali diabaikan atau tidak terlacak resistensinya, yaitu:

1. Peningkatan kepuasan konsumen

Misalkan Anda datang ke sebuah toko swalayan. Mana yang kira-kira akan Anda pilih sebagai tempat berbelanja, toko yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau sebaliknya?

Tentunya Anda akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan toko kedua.

Ternyata toko pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya.

2. Peningkatan kepuasan karyawan

Seringkali muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan insentif lemburnya.

Ternyata hal ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data.

Padahal jika misalkan perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem informasi kepegawaian dan SIA maka secara otomatis dapat dibuat laporan insenstif yang lebih akurat dan benar.

Hal tersebut baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti, jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb.

3. Peningkatan mutu dan jumlah informasi

Informasi adalah komponen penting di jaman bisnis sekarang. Anda yang kuasai informasi akan bertindak lebih responsif terhadap perubahan dan tren di masa depan.

Penerapan sistem informasi yang baik tentunya akan menghasilkan laporan-laporan hasil kompilasi data yang dikelola oleh database yang berkualitas serta menyeluruh.

Hal tersebut dapat diwujudkan karena setiap proses pembuatan laporan tersebut dieksekusi secara otomatis oleh mesin komputer.

4. Peningkatan mutu dan jumlah keputusan manajemen

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pengambilan keputusan sangat bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil tersebut.

Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat.

5. Peningkatan mutu dan jumlah respon atas kondisi pesaing

Aspek intelijen bisnis adalah hal yang sangat penting sejak kurun waktu yang lama dengan berbagai format dan keperluannya.

Untuk mencapai titik respon yang cepat dan tepat atas dinamika para pesaing maka diperlukan sistem informasi yang mampu mengumpulkan, menganalisis dan mengkompilasi informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan di perusahaan.

6. Peningkatan efisiensi dan keluwesan operasional

Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan ini?

Semakin efisien dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya.

Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik.

7. Peningkatan mutu komunikasi internal dan eksternal

Sebuah sistem informasi yang baik tentunya harus didukung oleh sistem jaringan komunikasi data elektronik yang handal juga.

Dengan penerapan sistem informasi yang baik maka setiap pihak baik di dalam maupun di luar perusahaan dapat bertukar informasi secara lebih efektif dan efisien.

8. Peningkatan mutu perencanaan

Perencanaan adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun apapun perencanaan yang akan dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang memadai dalam melaksanakannya.

Jika tidak maka perencanaan tersebut dapat kehilangan arah dan tidak mencapai sasarannya karena kesalah informasi yang menjadi basisnya.

9. Peningkatan mutu pengendalian dan pengawasan

Dengan sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik maka setiap aktivitas di dalam lingkungan bisnis dapat terus-menerus dipantau.

Pemantauan tersebut tentunya berdampak pada peningkatan pengendalian atas setiap prosedur dan kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan.

PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA.

June 18, 2008

PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA.

Begitu banyak masyarakat Indonesia yang bangga akan munculnya Perbankan Syariah di Indonesia, hal itu suatu kewajaran mengingat Indonesia mempunyai mayoritas penduduk muslim terbesar di Dunia.

Akan tetapi perasaan bangga itu tidak mendasar karena tidak di ikuti oleh kemajuan Perbankan Syariah itu sendiri.

Kalau kita melihat dari faktor banyaknya penduduk Muslim di Indonesia dan juga kalau boleh kita melirik negara tetangga kita Malaysia, pastilah kita akan mengatakan bahwa perkembangan perbankan syariah di Indonesia berjalan sangat lamban, bahkan terkesan jalan di tempat.

Banyak faktor yang menjadi kendala berkembangnya Perbankan Syariah di Indonesia, Salah satunya yang utama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memahami prinsip ekonomi syariah terutama dari pelaku perbankan itu sendiri.

Fakta mengatakan orang-orang yang ditempatkan sebagai bankir syariah adalah mereka yang dilingkungan kerjanya mempunyai gread posisi no dua di bandingkan bank konvensional. Manajemen perbankan menilai bahwa para karyawan yang bekerja di syariah cukup hanya dengan bermodalkan penampilan dan sedikit pengetahuan agama. Padahal idealnya pelaku industri perbankan syariah adalah mereka yang memiliki skill terbaik sebab untuk menjalankan keuangan dengan prinsip syariah dibutuhkan pemahaman dan ketrampilan yang lebih bagus. Oleh karena itu Bank Indonesia telah meminta perbankan agar menempatkan orang terbaiknya dalam industri syariah.

Kendala lainnya yaitu belum berpihaknya pemerintah pada pengembangan industri bank syariah. Salah satu contohnya adalah pembahasan undang-undang syariah yang belum selesai sehingga belum ada  regulasi bagi pembiayaan syariah. Disamping itu, kebijakan Rencana pengalihan dana haji dari bank konvensional ke bank syariah belum diimplementasikan padahal hal itu bisa menambah struktur permodalan bagi industri perbankan syariah. Tanpa campur tangan pemerintah akan sulit meningkatkan market share syariah apalagi mencapai target share 5 persen aset dari perbankan umum konvensional.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah performa kinerja perbankan syariah yang kurang bagus, Produk-produk yang ditawarkan juga kurang inovatif bahkan cenderung mengekor produk perbankan konvensional yang sudah ada. Sehingga terkesan pembuatan produk-produk syariah hanya untuk menandingi produk-produk bank kovensional yang sudah ada, Di samping itu pula, perbankan syariah belum memahami kebutuhan riil nasabah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kurangnya pengetahuan mengenai Perbankan Syariah pada masyarakat muslim Indonesia, yang berdampak pada minimnya animo ummat muslim di Indonesia untuk menabung di Bank Syariah, mereka beranggapan bahwa Perbankan Syariah di Indonesia hanyalah ‘ganti baju’ dari perbankan konvensional yang sudah ada.

Semoga dengan kemajuan sistem informasi dan teknologi dewasa ini dapat membuat masyarakat Indonesia baik yang tingkat atas maupun bawah seperti kita ini dapat memahami Perbankan Syariah syariah secara benar demi kemajuan perbankan syariah yang kita cintai.

Amin!!


Hello world!

June 13, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!