PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA.

PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA.

Begitu banyak masyarakat Indonesia yang bangga akan munculnya Perbankan Syariah di Indonesia, hal itu suatu kewajaran mengingat Indonesia mempunyai mayoritas penduduk muslim terbesar di Dunia.

Akan tetapi perasaan bangga itu tidak mendasar karena tidak di ikuti oleh kemajuan Perbankan Syariah itu sendiri.

Kalau kita melihat dari faktor banyaknya penduduk Muslim di Indonesia dan juga kalau boleh kita melirik negara tetangga kita Malaysia, pastilah kita akan mengatakan bahwa perkembangan perbankan syariah di Indonesia berjalan sangat lamban, bahkan terkesan jalan di tempat.

Banyak faktor yang menjadi kendala berkembangnya Perbankan Syariah di Indonesia, Salah satunya yang utama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memahami prinsip ekonomi syariah terutama dari pelaku perbankan itu sendiri.

Fakta mengatakan orang-orang yang ditempatkan sebagai bankir syariah adalah mereka yang dilingkungan kerjanya mempunyai gread posisi no dua di bandingkan bank konvensional. Manajemen perbankan menilai bahwa para karyawan yang bekerja di syariah cukup hanya dengan bermodalkan penampilan dan sedikit pengetahuan agama. Padahal idealnya pelaku industri perbankan syariah adalah mereka yang memiliki skill terbaik sebab untuk menjalankan keuangan dengan prinsip syariah dibutuhkan pemahaman dan ketrampilan yang lebih bagus. Oleh karena itu Bank Indonesia telah meminta perbankan agar menempatkan orang terbaiknya dalam industri syariah.

Kendala lainnya yaitu belum berpihaknya pemerintah pada pengembangan industri bank syariah. Salah satu contohnya adalah pembahasan undang-undang syariah yang belum selesai sehingga belum ada  regulasi bagi pembiayaan syariah. Disamping itu, kebijakan Rencana pengalihan dana haji dari bank konvensional ke bank syariah belum diimplementasikan padahal hal itu bisa menambah struktur permodalan bagi industri perbankan syariah. Tanpa campur tangan pemerintah akan sulit meningkatkan market share syariah apalagi mencapai target share 5 persen aset dari perbankan umum konvensional.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah performa kinerja perbankan syariah yang kurang bagus, Produk-produk yang ditawarkan juga kurang inovatif bahkan cenderung mengekor produk perbankan konvensional yang sudah ada. Sehingga terkesan pembuatan produk-produk syariah hanya untuk menandingi produk-produk bank kovensional yang sudah ada, Di samping itu pula, perbankan syariah belum memahami kebutuhan riil nasabah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kurangnya pengetahuan mengenai Perbankan Syariah pada masyarakat muslim Indonesia, yang berdampak pada minimnya animo ummat muslim di Indonesia untuk menabung di Bank Syariah, mereka beranggapan bahwa Perbankan Syariah di Indonesia hanyalah ‘ganti baju’ dari perbankan konvensional yang sudah ada.

Semoga dengan kemajuan sistem informasi dan teknologi dewasa ini dapat membuat masyarakat Indonesia baik yang tingkat atas maupun bawah seperti kita ini dapat memahami Perbankan Syariah syariah secara benar demi kemajuan perbankan syariah yang kita cintai.

Amin!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: